Habibi Partner di bidang Engineering & Contruction / Bisnis Online, Silahkan yang ingin konsultasi mengenai jasa pembangunan contruction & jasa renovasi Rumah Anda

Merokok Meningkatkan Risiko Covid-19? Benarkah ini?

1 min read

Merokok Meningkatkan Risiko Covid

Benarkah merokok meningkatkan risiko covid-19? Para peneliti yang salah satunya berasal dari Universitas Indonesia (UI) menyatakan bahwa perokok memang lebih rentan terkena Covid-19 ketimbang bukan perokok. Akan tetapi para perokok ada yang percaya dan ada yang tidak percaya dengan temuan tersebut.

Temuan Fakta dan Data Terkait Rokok dan Covid-19

Seorang peneliti bernama Krisna Puji Rahmayanti, S.I.A, M.P.A dari Fakultas Ilmu Administrasi UI menemukan 84,1 persen responden bukan perokok serta mantan perokok percaya jika rokok bisa meningkatkan risiko terkena Covid-19. Sedangkan perokok aktif yang percaya pada hasil temuan tersebut sekitar 36,4 persen.

Dari hasil data tersebut kita tahu bahwa tingkat kepercayaan bukan perokok memang lebih tinggi ketimbang perokok terkait dengan risiko terkena Covid-19. Bahkan survei tersebut juga telah melibatkan 621 responden serta 30 informan yang berasal dari 25 provinsi di Indonesia.

Selain itu, para responden juga mendapatkan pertanyaan lain terkait dengan perokok yang mempunyai risiko terkena Covid-19.

Kita mendapatkan data dari pertanyaan untuk para responder dimana mantan perokok atau bukan perokok sebanyak 87,2 persen mempercayai bahwa perokok yang terkena Covid-19 dapat mengalami gejala lebih parah. Sedangkan responden perokok aktif kebanyakan tidak percaya bahwa perokok yang positif Covid-19 dapat mengalami gejala lebih parah.

Kebiasaan Merokok Meningkatkan Risiko covid-19

Untuk menjawab apakah benar para perokok lebih berisiko terkena Covid-19, maka Prof.RA. Yayi Suryo Prabandari menjawab. Beliau selaku Ketua Umum Yogya Sehat Tanpa Tembakau menyatakan terdapat beberapa kebiasaan ketika merokok yang bisa meningkatkan risiko Covid-19.

Rokok mampu meningkatkan risiko Covid-19 karena bisa menurunkan sistem imunitas serta memicu munculnya penyakit komorbid. Selain itu, kebiasaan seseorang ketika merokok juga bisa memicu timbulnya bahaya tersendiri yang berkaitan dengan penyebaran virus.

Adapun kebiasaan para perokok yaitu tidak mencuci tangan sebelum merokok. Padahal rokok yang beredar di warung besar kemungkinan sudah tersentuh oleh beberapa tangan.

Selain itu, tangan yang kotor juga meningkatkan risiko virus Covid-19. Tangan yang menempel dan menyentuh berbagai tempat bisa menaikkan risiko virus terhisap saat merokok. Kebiasaan berbagi rokok para remaja dengan bergantian menghisap satu rokok oleh beberapa orang juga membuat masalah ini semakin rentan.

Jadi, beberapa kebiasaan merokok itulah yang bisa meningkatkan risiko penularan Covid-19 selain bahaya dari rokok itu sendiri.

Berdasarkan penjelasan diatas kita simpulkan bahwa merokok meningkatkan risiko covid-19, apalagi ketika seorang perokok tidak menerapkan protokol kesehatan. Jadi agar lebih aman, lebih baik kita jauhi rokok dan hindari sebisa mungkin.

Habibi Partner di bidang Engineering & Contruction / Bisnis Online, Silahkan yang ingin konsultasi mengenai jasa pembangunan contruction & jasa renovasi Rumah Anda